DAFTAR SEBAGIAN YANG DICULIK DI ACEH

1. N a m a : Abdul Rahman U m u r : 55 T a h u n D e s a : Lhok Igeuh Kecamatan : Ti r o Kabupaten : P i d i e

Kronologi Pengambilan/Penjemputan : Saudara Abdul Rahman dijemput pada Tanggal 13 Januari 1998 dirumahnya Desa Lhok Igeuh Kecamatan Tiro Kabupaten Pidie, tepatnya pada malam Jum'at pukul 19.30 Wib sesudah beliau mengadakan Shalat Magrib. Saudara Abdul Rahman dijemput dengan menggunakan Mobil Taft dengan nomor plat mobil BK 6898 ML oleh dua orang petugas memakai baret merah yang diduga dari pasukan kopasSus. Penjemputan Saudara Abdul Rahman dirumahnya disaksikan oleh isteri dan dua orang anaknya.

Alasan Penjemputan : Amir (22 tahun) mempertanyakan kepada kedua petugas mengapa Ayahnya ditangkap, lalu petugas menjelaskan bahwa Ayah anda ditangkap karena beliau terlibat dalam masalah kayu. Alasan inilah yang sampai saat ini masih membingungkan anaknya Amir. Kepada kami Amir mengatakan bahwa alasan kayu yang dikatakan petugas sangat mengada-ngada. Akhirnya semenjak Tanggal 13 Januari 1998 sampai saat ini Saudara Abdul Rahman menurut keterangan Anaknya (Amir) belum kembali kerumah (Hilang).

Usaha Pencaharian : Anak Saudara Abdul Rahman (Amir) dan pihak keluarga yang lain telah melakukan upaya pencarian ke kantor KODIM , POLRES, dan POM Kabupaten Pidie. Ternyata Saudara Abdul Rahman tidak berada ditempat yang dicari.

Anggota Keluarga : Saudara Abdul Rahman memiliki dua orang Isteri, dimana isteri tuanya telah berpulang kerahmatullah dan sebelum dijemput Saudara Abdul Rahman tinggal bersama dengan 7 orang anak (5 laki-laki dan 2 orang perempuan) serta 1 isteri mudanya.

2. N a m a : R a z a l i U m u r : 55 Tahun D e s a : Lhok Igeuh Kecamatan : T i r o Kabupaten : Pidi e

Kronologi Penjemputan : Saudara Razali dijemput dirumahnya pada Tanggal 19 Februari 1998 pukul 19.00 Wib tepatnya usai shalat magrib. Pada waktu Saudara Razali hendaknya melayani teman anaknya yang satu tempat kuliah di PGSD Banda Aceh. Maka dengan waktu yang bersamaan pula datang dua orang petugas memakai pakaian preman. Salah seorang petugas yang menjemput dikenali oleh anak dan isteri Saudara razali. Petugas tersebut bernama Efendi (Berambut gondrong) juga diduga sebagai anggota Kopassus.

Usaha Pencaharian : Setelah dua hari kejadian penangkapan Saudara Razali, Anak, menantu dan isterinya pergi kekantor ke arun (pos besar), Lamlho (kantor Danramil), dan kepintu satu (Tempat pembantaian dan penyiksaan GPK) pada waktu sampai ke pintu I ini anak dan isterinya menjumpai Saudara Efendi yang kebetulan waktu itu sedang bertugas (jaga), yang sangat menyakitkan Saudara Efendi tidak mengakui bahwa dia telah menangkap Saudara Razali bahkan Saudara Efendi menuduh balik bahwa Anak dan isteri Saudara Razali memfitnah. Intinya Saudara Razali sampai saat ini belum kembali kerumah (hilang).

Anggota Keluarga : Saudara Razali memiliki isteri satu orang yang bernama Nursiah (50 Tahun) serta 10 (sepuluh) orang anak (Laki-laki 2 orang dan perempuan 8 orang). Sedangkan anaknya yang tua (perempuan) telah berkeluarga dan sampai saat ini masih tinggal dirumah orang tuanya. Sedangkan anaknya laki-laki tertua adalah alumnus PGSD Banda Aceh yang sampai saat ini masih tercatat sebagai tenaga honorer disalahsatu SD di Banda Aceh.

3. N a m a : Toke Noeh U m u r : 50 Tahun D e s a : Meunasah Pulau Siblah Kecamatan : T i r o Kabupaten : P i d i e

Kronologi Penjemputan : Saudara Toke Noeh dijemput dirumahnya pada Jam 4.00 Pagi (Sedang tidur) Tahun 1991. Saudara Toke Noeh sebelum djemput pada waktu diatas telah pernah ditangkap dan dipenjara selama 3 (tiga) tahun karena dianggap aktif membantu GPK.

Setelah Saudara Toke Noeh bebas dari tahanan dan beliau berjanji untuk tidak membantu GPK lagi, namun apa yang terjadi Toke Noeh tetap ditangkap/dijemput pada waktu sebagaimana yang tersebut diatas dan pada waktu pagi itu juga dibawa ke Lamlho dan sesampainya disana Saudara Toke Noeh terlebih dahulu disiksa, dipukul dengan menggunakan kabel listrik, senjata dan terakhir ditembak ditempat hingga tewas. Saudara Toke Noeh dikuburkan dalam sebuah kuburan massal.

Anggota Keluarga : Saudara Toke Noeh hanya meninggalkan seorang isteri yang bernama Hj. Jamilah.

4. N a m a : Hasballah Umar (Anak Panglima GPK) U m u r : 40 T a h u n D e s a : Trieng Judong Kecamatan : T i r o Kabupaten : Pidie

Kronologi Penjemputan : Saudara Hasballah Umar dijemput pada Jam 4.00 Subuh Tahun 1991 sama seperti saudara Toke Noeh dibawa ke Lamlho, setelah mengalami penyiksaan ditembak ditempat hingga tewas lalu dikuburkan disebuah pekuburan massal. Mereka dijemput dengan menggunakan mobil cevrolet milik seorang toke beras di desa Lhok Igeuh. Saudara Hasballah Umar juga pernah ditangkap dan sempat melarikan diri kegunung.

5. N a m a : Abusamah Umar (Adik Hasballah Umar) U m u r : 30 T a h u n D e s a : Dayah Baroh Kecamatan : T i r o Kabupaten : P i d i e

Kronologi Penjemputan : Sama seperti Saudara Toke Noeh dan Hasballah Umar.

6. N a m a : Y u s u f Umar U m u r : 30 Tahun D e s a : Pulo Geulumpang Kecamatan : T i r o Kabupaten : P i d i e

Kronologi Penjemputan: Sama Seperti Saudara Toke Noeh, Hasballah Umar, dan Abusamah Umar.

7. N a m a : Rasib (Suami Nyakmaneh) U m u r : 50 Tahun D e s a : Murong Cot Kecamatan : Sakti Kabupaten : Pidie

Kronologi Penembakan: Saudara Rasyib menurut keterangan Saudara Yusuf Budiman (Kepala Dusun) adalah seorang anggota GPK aktif. Saudara Rasyibtewas ditembak di Desa Blang Kumot Baroh didalam sebuah rumah pada Tahun 1991.

8. N a m a : H a s a n U m u r : 35 Tahun D e s a : Murong Cot Kecamatan : T i r o Kabupaten : Pidie

Kronologi Penembakan: Menurut keterangan Saudara Yusuf Budiman (kepala Dusun) Bahwa Saudara Hasan adalah anggota aktif GPK dan beliau tewas ditembak oleh petugas pada Tahun 1990 di gunung.

9. Nama : Abdullah Geumpang Umur : 60 Tahun Pekerjaan : Tani Tempat Tinggal : Desa Blang Cot Kecamatan : Sakti Kabupaten : Aceh Pidie

Kronologi Pengambila/Penjemputan: 1. Diambil/dijemput akhir 1997. Jam 20.00 WIB. Malam Jumat. 2. Diawali pada hari Senin siang datyang beberapa orang petugas aparat/Tentara ( ST ) pakai baju binjal ( Tentara Lmapuhan ) kerumah Abdullah Geumpang. Menurut pengakuan anaknya ( Nuraini ) serta istri ( Hafsiah ) dan Abdullah sendiri tidak kemnal dengan Petugas. 3. Pada hari Senin siang itu juga Abdullah dibawa oleh petugas kedesa Cot Cantek/desa tetangga (tempat penyiksaan GPK). Untuk diinterogasi. 4. Menurut pengakuan Abdullah kepada anak dan istrinya, dilokasi penyiksaan Abdullah dengan kondisi mata yang terikat pakai kain hitam kakik dan tangan diikat, lalu didada digantungkan rantai, dipaksa untuk mengakui kejadian pada malam Seninnya yaitu: penanaman beberapa pucuk pucuk senjata, dimana Abdullah Geumpang dituduh sebagai Satpam (orang yang berjaga-jaga) lokasi penanaman senjata didesa Blang Cot. 5. Setelah dilakukan penyiksaan didesa Cot Cantek pada hari Senin itu, Abdullah Geumpang dibawa ke kantor Koramil Sakti. 6. Pada hari Senin sore itu juga bahkan sampai larut malam selasa, Hafisah istri Abdullah Geumpang dfitemani anaknyan tiga orang (Nuraini dan dua orang adik laki-lakinya) datang ke kantor koramil untuk minta suami/Abi mereka dibawa pulang kerumah. Namun petugas tidak mengizinkan. Akhirnya karena sudah larut malam barulah seorang petugas mengatakan kepada Nuraini (Anak Abdullah) bahwa Abi kalian akan saya izinkan pulang untuk fdua hari guna mengobati kekecewaan dan kerinduan kalian ucap petugas. 7. Pada siang Selasa (setelah Shalat Zuhur) Abdullah Geumpang pulang kerumah nya dengan berjalan kaki dari kantor Kopramil Sakti lebih kurang berjarak 7 Km, sesampainya dirumah pada hari itu Abdullah menceritakan kepada anak dan istrinya kejadian pada point nomor 3 dan 4. 8. Setelah lebih kurang dua hari dirumah, menurut pengakuan istri dan anaknya, Abdullah Geumpang sangat kritis kondisi fisiknya dengan usia yang sudah tua Abdullah disiksa yang menyebabkan tulang rusuk Abdullah Geumpang ada yang dempet. 9. Akhirnya pada malam Jumat 20.00 WIB pada waktu itu Abdullah Geumpang setelah shalat Isya, lalu istirahat dan diurut olerh istrinya Hafsah sambil memoles obat ketubuh suaminya.Sedang anaknya yang perempuan (Nuraini) lagi mengaji, dan anaknya yang kecil (masih SD) sedang belajar membaca, sedangkan yang nomor dua (laki-laki) tidak dirumah/bekerja. Pada waktu itu juga datang Pak Din (Babinsa) dan beberapa petugas yang lain datang kerumah Abdullah Geumpang untuk menjemput Abdullah Geumpang. Abi dibawa dalam berdiri sakit, bahkan dengan kesombongan aparat obat Abi tidak bisa dibawa kata anaknya Nuraini. 10. Hingga saat ini Hafsah dan ketiga anaknya tidak tahu kemana suami/Abi tercintanya dibawa oleh petugas. Mereka hanya berdoa menangis dan berharap bahwa jika memang Suami/Abi nya sudah lari beritahukan kemana larinya atau jika sudah ditembak tunjukkan dimana kuburannnya.

Keterangan ini diperoleh dari : Nama Istri : Hafsah Umur : 50 Tahun T. Tinggal : Desa Blang Cot

Lokasi penjemputan suaminya dirumah di desa Blang Cot 1. Pada hari Senin siang. 2. Malam Jumat jam 20.00 WIB

Jumlah anak : 3 orang (dua laki-laki dan satu perempuan).

Abdullah Geumpang : a. Dituduh/difitnah menjadi orang yang berjaga-jaga pada waktu penanaman senjata di desa Blang Cot. b. Tuduhan/fitnah itu disampaikan sendiri oleh adiknya Abdullah Yunus.

10. Nama : Kecik Abdullah Yunus Umur : 55 Tahun Pekerjaan: Kecik/Tani Kecamatan: Sakti Kabupaten: Pidie

1. Dijemput akhir 1997 pada malam Jumat di meunasah pada waktu siap shalat Mnaghrib 2. Istrinya Ramlah pada waktu itu sedang mengambil whudu' untuk shalat maghrib 3. Setelah dijemput pada point 1 sampai sekarang Abdullah Yunus belum kembali/hilang.

Keterangan lain: 1. Abdullah Yunus tidak punya anak 2. Abdullah Yunus dituduh membantu GPK serta dituduh memberi makan anggorta GOK sebanyaj 20 orang. Indikasi ini dengan ditemukannya 20 lembar daun pisang/tempat makan GPK diluar dekat kebun Abdullah Yunus.

11. Na ma : Nyak Maneh Umur : 40 Tahun T. Tinggal : Desa Mirang Cot Kecamatan : Sakti Kabupaten : Aceh Pidie

Diambil : 1. Pada bulan puasa tahun 1997 diambil dan sampai sekarang belum kembali 2. Diambil pada waktu siap buka puasa 3. Diambil oleh Kopassus

Kerterangan lain : 1. Nyak Maneh diambil karena anak dan suaminya terlibat GPK bahkan salah seorang anaknya yang bernama Sulaiman Eks LIBYA 2. Anaknya yang lain yang bernama Hasbunullah juga terlibat GPK bahkan diduga terlibat dalam penanaman senjata didesa Mureng Cot dekat rumah M Hasan 3. Hasbunullah melarikan diri ke hutan pada waktu kunjungan President ke Sigli 4. Menantu Nyak Maneh juga terlibat GPK yaitu Idris Umar

12. Nama : Badrun Kamal Umur : 33 Tahun T. Tinggal : Desa Cumbok Niwa Kecamatan : Sakti Kabupaten : Pidie

Kronologi:

1. Pada malam Jumat Badrun Kamal masih melakukan ronda malam didesanya 2. Esok hari Jumat tanggal 5 Mei 1991 Badrun Kamal dijemput oleh tentara Kopassus {Baret Merah) dikantor Isaka Karya di Tiro tempat Badrun bekerja sebagai supir Dumptruk jam 9.00 WIB pagi dansampai sekarang belum kembali/hilang

Kronologi pengambilan : 1. Pada suatu waktu dua orang Kopassus minta bantuan Badrun untuk mengangkut barang, namun karena Dumptruknya sudah habis minyak maka Badrun memohon kepada petugas ia di berikan kesempatan minta uang minyak dan minta permisi penggunaan Dumptruk untuk Kopassus 2. Maka tanpa alasan yang jelas Badrun langsung dipukul dan dibawa ke kantor Kopassus atau lebih dikenal dengan nama kantor pintu I. Setelah peristiwa dikantor pintu I Badrun hilang sampai kini

Keterangan lain :

a. Badrun Kamal meninggalkan seorang istri yang bernama Suriani yang sekarang telah berumah tangga dengan orang lain b. Suriani waktu ditinggalkan oleh suaminya Badrun sedang hamil dua bulan (anak pertama) dan sekarang anak pertamanya itu telah berumur 6 tahun (laik-laki) namanya Jamal Akbar

Keterangan ini diperoleh dari : Nama :Arbi Ibrahim (Ayah Badrun mal) Umur : 68 Tahun T.Tinggal : Desa Cambok Niwa Kecamatan : Sakti

13. Nama : Syukri Umur : 30 Tahun T. Tinggal : Desa Blang Cot Kecamatan : Sakti Kabupaten : Pidie

Keterangan: 1. Tidak hilang 2. Syukri di tembak oleh Kopassus dan saat ini Syukri menderita/kondisi fisiknya lemah/daya ingatnya semakin berkurang dan tidak bisa lagi mencari nafkah untuk anak dan istrinya.

14. Nama : Hanafiah Umur : 20 Tahun Desa : Uram Jalan Kecamatan : Idie Rayeuk Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penembakan : Korban Hanafiah ditembak pada Tahun 1990 di desa Uram Jalan

Sebab ditembak : Korban Hanafiah ditembak karena dicurigai oleh pihak aparat keamanan sebagai penadah GPK hal ini terbukti bahwa korban, pernah menolong seorang korban GPK untuk berobat.

15. Nama : Ahmad Boh Ateuk Umur : 35 Tahun Desa : Pante rayeuk T Kecamatan : Idie Rayeuk Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi ditembak : Korban ditembak pada Tahun 1990 dilokasi hutan yang berdekatandengan desa Pante Rayeuk T

Sebab ditembak : Korban ditembak oleh aparat keamanan, karena korban sering melakukan tindakan kriminal dikampungnya sehingga perbuatannya tersebut meresahkan penduduk oleh aparat keamanan korban ditangkap lalu tanpa alasan yang jelas korban ditembak hingga tewas dalam lokasi hutan.

Keluarga korban : Korban juga meninggalkan : Nama Isteri : Rubiah dan Nurjanah Anak : Isteri pertama ( dua orang) dan isteri kedua ( dua orang)

16. Nama : Nurdin (Mukim Raman) Umur : 30 Tahun Desa : Pante Rayeuk T Kecamatan : Idie Rayeuk Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi penembakan : Korban ditembak pada Tahun 1990 dilokasi hutan berdekatan dengan Desa Pante Rayeuk T

Sebab ditembak : Pada waktu suasana keamanan yang sangat genting, korban masih sempat mencuri pupuk milik warga dan hal ini meresahkan warga. Oleh pihak keamanan korban ditangkap dan akhirnya ditembak di lokasi hutan yang berdekatan dengan Desa Pante Rayeuk T.

Keluarga Korban : Nama Isteri : Kak Ida Jumlah Anak : 1 orang (perempuan)

17. Nama : Usman Karo Umur : 30 Tahun Desa : Seneubok Benteng Kecamatan : Idie rayeuk Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penembakan : Korban ditembak pada tahun 1990 setelah terlebih dulu ditangkap dan diperiksa.

Sebab penembakan : Korban ditembak akibat sering melakukan tindakan kriminal didesanya.

Keluarga korban : Nama Isteri : Maryani Anak : 6 (enam) Orang

18. Nama : Ismail hasan Umur : 35 Tahun Desa : Tidak jelas Kecamatan : Tidak jelas Kabupaten : Aceh Pidie

Kronologi Penembakan : Korban ditembak didesa Seuneubok Bayo dan dikebumikan didesa Balang Rambong Idie.

19. Nama : Thaib Rasyib Umur : 45 Tahun Desa : Pante Bayam Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penjemputan : Korban dijemput pada 16 hari puasa Tahun 1991, Jam 23.00 Wib (Malam) dirumahnya. Saudara Thaib Rasyib dijemput oleh petugas KOPASUS sebanyak 3 orang dengan menggunakan mobil setelah itu dibawa kekantor pertanian (Pos Kopasus) di desa Pucot Alue II Simpang Ulim dan hingga saat ini belum kembali kerumah/keluarganya di Desa Pante Bayam..

Sebab diambil : Thaib Rasyib adalah Korban fitnah tokoh GPK yang bernamaRidwan, padahal Thaib Rasyib sendirii tidak pernah terlibat dengan GPK tersebut. Bahkan sampai dijemput Thaib Rasyib masih tercatat sebagai KAUR Keungan desa Pante Bayam.

Keluarga Thaib Rasyib : Nama Isteri: Salamah Anak : 5 Orang (3 orang laki-laki/2 orang perempuan)

20. Nama : Nurdin Umur : 25 Tahun Desa : Pante Bayam Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologis Penjemputan/penembakan : Saudara Nurdin dijemput pada 16 hari puasa jam 23.00 wib (Malam) Tahun 1991 dirumahnya desa Pante Bayam. Saudara Nurdin dijemput lalu dibawa ke Pos Kopasus pada malam kamis setelah dua malam disiksa di Pos Kopasus maka pada malam ketiga korban dibawa kesebuah lokasi persawahan dan dimalam yang gelap gulita tersebut korban ditembak hingga tewas. Dan keesokan pada pagi harinya korban dinatar kedesa Meunasah Gedung Aceh Utara.

Sebab diambil : Korban diambil/dijemput karena korban fitnah dari salah seorang GPK.

Keluarga korban : Nama Isteri : Amisyah Anak : 1 Orang

21. Nama : Matdin Is Umur : 40 Tahun Desa : Pante Bayam Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronolgis Penjemputan/Penembakan : Korban dijemput pada 18 hari puasa Tahun 1991 jam 9.00 wib (Pagi), pada waktu itu korban sedang tiduran di Meunasah. Setelah diproses dipos Kopasus dari pagi, maka pada jam 17.00 wib hari itu juga korban dibawa ke desa Lueng II lalu ditembak didalam sawah yang turut disaksikan khalayak ramai.

Sebab dijemput/ditembak : Korban dijemput/ditembak adalah akibat fitnah korban GPK.

Keluarga korban : Nama Isteri : Asni (waktu suaminya dijemput pada saat itu sedang hamil 3 bulan) Anak : 6 orang

22. Nama : Khairut M. Amin Umur : 35 Tahun Desa : Pante Bayam Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penjemputan/Penembakan : Korban dijemput pada 18 hari puasa Tahun 1991 Jam 09.00 Wib di meunasah Desa Pante Bayam, setelah itu korban dibawa ke pos Kopassus. Korban ditembak didesa Bayi (Lhoksukon) hingga tewas.

Sebab dijemput/ditembak : Korban dijemput/ditembak disebabkan unsur fitnah oleh anggota GPK.

Keluarga korban : Nama Isteri : Yetty Anak : 2 orang

23. Nama : Yunus Umur : 45 Tahun Desa : Pante Bayam Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penjemputan: Yunus dijemput pada 18 hari puasa Tahun 1991 jam. 09.00 Wib diMeunasah desa pante bayam, hingga saat ini tidak tau dimana beradanya/belum kembali kerumah.

Sebab dijemput: Yunus dijemput oleh petugas akibat fitnah oleh anggota GPK.

Keluarga Yunus : Nama Isteri : Baity Anak : 4 orang

24. Nama : Amat Gam Umur : 46 Tahun Desa : Pante Bayam Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi penjemputan/penembakan : Amat Gam dijemput pada 18 hari puasa jam 09.00 Wib (pagi) kemudian pada malam sabtunya Amat Gam ditembak di desa Bayi hingga tewas.

Sebab dijemput/ditembak : Amat Gam adalah korban fitnah anggota GPK

Keluarga korban : Nama Isteri: Aminah Jumlah Anak: 4 Orang

24. Nama : H. Yusuf Umur : 50 Tahun Jabatan : Kepala Desa Meunasah Tingkue Desa : Meunasah Tingkue Kecamatan: Simpang Ulim Kabupaten: Aceh Timur

Kronologi Penjemputan/Penembakan : Berawal dari perintah aparat keamanan agar kepala desa mengumpulkan seluruh anggota masyarakat agar berkumpul disebuah lapangan desa. Setelah massa dikumpulkan, tepat Jam. 09.00 Wib, (pada waktu itu bulan puasa Tahun 1991). H. Yusuf mendatangi Pos Kopassus untuk melaporkan bahwa massa telah berhasil dikumpulkannya. Setelah menerima laporan kepala desa (H. Yusuf) lalu petugas mengatakan bahwa H. Yusuf tidak dibenarkan pulang dan menetap di Pos. Setelah H. Yusuf ditahan oleh petugas lalu diketahui bahwa H. Yusuf telah ditembak hingga tewas pada malam Jum'at disebuah kolam tambak udang/neuhun milik masyarakat dan yang sangat menyedihkan keluarga korban adalah mayat yang ditembak hingga tewas baru bisa diambil setelah 7 (tujuh) hari kejadian.

Sebab dijemput/ditembak : Ada sebuah keluarga di desa meunasah tingkue yang terlibat GPK, mungkin karena H. Yusuf sebagai kepala desa dianggap punya hubungan khusus dengan warganya. Artinya H. Yusuf ditangkap/ditembak adalah akibat fitnah. Bahkan menurut keterangan Sekdes ditangkapnya H. Yusuf akibat fitnah saudara Ridwan (Gembong GPK) di Desa Meunasah Tingkue, dimana kepada aparat keamanan Ridwan mengatakan bahwa Kepala Desanya (H. Yusuf) pernah memberikannya kepada uang sebesar Rp. 100.000,-(Seratus Ribu Rupiah) akibat bantuan itulah H. Yusuf diproses yang pada akhirnya ditembak hingga tewas.

Keluarga korban : Nama Isteri : Hj. Maimunah Anak : Tidak ada

26. Nama : M. Yakob Umur : 35 Tahun Desa : Meunasah Tingkue Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penjemputan/penembakan : Korban M. Yakob dijemput pada bulan puasa Tahun 1991 dirumahnya desa Meunasah Tingkue, kemudian ditembak di sebuah tambak udang/neuhun milik warga pada waktu malam hari hingga tewas.

Sebab dijemput/ditembak : Korban dijemput karena difitnah oleh salah seorang anggota GPK didesa tersebut yang bernama Ridwan.

Keluarga korban : Nama Isteri : Fauziah Jumlah anak : 4 orang

27. Nama :Zaini Gam Umur : 50 Tahun Desa : Meunasah Tingkue Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi penjemputan/penembakan : Korban Zaini Gam diambil/dijemput kerumahnya 3 hari setelah kejadian Saudara H. Yusuf (Kepala Desa Meunasah Tingkue). Setelah korban diambil dirumahnya lalu korban ditembak di Idie (Dipinggir jalan raya dan dikebumikan pada kuburan massal).

Sebab dijemput/ditembak : Adik korban (Imam Latief) dan anak kemenakan (Zulkifli Latif) adalah anggota aktif GPK, akibat keterlibatan para Saudaranya itulah korban Zaini Gam dijemput oleh petugasdan ditembak tanpa alasan yang jelas.

Keluarga korban : Nama Istri : Jumah Harun Jumlah Anak : 4 orang

28. Nama : Sulaiman Is Umur : 48 Tahun Desa : Meunasah Tingkue Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penjemputan : Sulaiman Is dijemput oleh petugas pada malam hari lalu, hingga saat ini Sulaiman Is belum kembali ditengah keluarganya.

Sebab dijemput : Dianggap oleh petugas keamanan Sulaiman Is adalah GPK, padahal Sulaiman Is hanyalah korban fitnah dari anggota aktif GPK.

Keluarga korban : Nama Isteri : Rusni (45) Jumlah anak : 4 Orang

29. Nama : Alwi Rasyib Umur : 50 Tahun Desa : Meunasah Tingkue Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penjemputan/Penembakan : Korban Alwi Rasyib dijemput kerumahnya di Desa Meunasah Tingkue 10 hari setelah ditangkapnya H.Yusuf (Kepala Desa Meunasah Tingkue). Namun akhirnya, korban Alwi Rasyib ditembak di Desa Blang Awe hingga tewas didepan Mesjid setelah masyarakat usai melaksanakan shalat Jum'at, massa disuruh berkumpul ditambah dengan masyarakat sekitarnya untuk menyaksikan penembakan (eksekusi) korban Alwi Rasyib hingga tewas yang kemudian dikebumikan didesa tersebut.

Sebab Penjemputan/penembakan : Korban Alwi Rasyib adalah orang tua snggots GPK yang bernama Matdun dan Nurdin.

Keluarga korban : Nama Isteri : Habiyah Puteh Jumlah Anak :

30. Nama : T. Sulaiman Umur : 48 Tahun Desa : Meunasah Tinhkue Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Axeh Timur

Kronologi Penjemputan/Penembakan : Korban T. Sulaiman dijemput setelah 10 hari peristiwa ditangkapnya H. Yusuf (kepala Desa Meunasah Tingkue) di desa Seunudon. Akhirnya korban T. Sulaiman dieksekusi didepan warga masyarakat hingga tewas.

Sebab Penjemputan/penembakan : Almarhum T. Sulaiman diduga memiliki hubungan khusus dengan gembong GPK yang bernama : T. Amran

Keluarga korban : Nama Isteri : Hasanah Jumlah anak : 6 orang

31. Nama : Jamaluddin Amran (Gembong GPK) Umur : 25 Tahun Desa : Meunasah Tingkue Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penjemputan/penembakan : Almarhum Jamaluddin tewas ditembak oleh aparat keamanan ketika melakukan perlawanan (kontak senjata) antara aparat keamanan dengan GPK di desa Tanjung Ara (Aceh Utara) dengan GPK pada awal Tahun 1991.

32. Nama : T. Amran Umur : 55 Tahun Desa : Meunasah Tingkue Kecamatan: Simpang Ulim Kabupaten: Aceh Timur

Saudara T. Amran adalah anggota GPK dan sekarang sudah melarikan diri ke Negri Jiran Malaysia.

33. Nama : Imam Latief Umur : 50 Tahun Desa : Meunasah Tingkue Kecamatan: Simpang Ulim Kabupaten: Aceh Timur

Saudara Imam Latief adalah anggota GPK dan sekarang sudah melarikan diri ke Malaysia.

34. Nama : Tgk. Sulaiman Umur : 50 Tahun Desa : Lueng Dua Kecamatan: Simpang Ulim Kabupaten: Aceh Timur

Kronologi Penembakan : Korban ditembak hingga tewas (lokasi penembakan tidak jelas)

Sebab ditembak : Karena fitnah gembong GPK Ridwan kepada aparat keamanan.

35. Nama : Rusli daud (Pendukung GPK/Simpatisan) Umur : 45 Tahun Desa : Meunasah Hasan Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penjemputan : Rusli Daud dijemput dirumahnya pada siang hari diawal Tahun 1990 dan sampai saat ini Rusli Daud belum kembali kerumah (hilang).

Sebab dijemput : Rusli Daud adalah simpatisan GPK dan telah pernah ditangkap oleh aparat keamanan namun dilepas kembali. Dan pada saat ditangkap/dijemput setelah dikeluarkan dari penjara sampai saat ini belum kembali (hilang).

Keluarga Rusli Daud : Nama Isteri : Nurjanah Jumlah Anak : 5 Orang

36. Nama : M. jakfar Idris Umur : 40 Tahun Desa : Meunasah Hasan Kecamatan: Simpang Ulim Kabupaten: Aceh Timur

Kronologis penjemputan : M. Jakfar idris dijemput dirumahnya pada Tahun 1990 Jam. 09.00 Wib (pagi) dan sampai saat ini M.Jakfar Idris belum kembali kerumahnya (hilang).

Sebab dijemput : Korban fitnah anggota GPK kepada aparat keamanan.

Keluarga M.Jakfar Idris : Nama Isteri : Aminah Jumlah Anak : 5 orang

37. Nama : Ismail Bakar (Anggota GPK Exs Libya) Umur : 25 Tahun Desa : Meunasah Hasan Kecamatan: Simpang Ulim Kabupaten: Aceh Timur

Kronologi penembakan : Korban tertembak dalam sebuah pertempuran antara GPK dengan ABRI didesa Bintan.

Sebab ditembak : Korban adalah anggota aktif GPK

38. Nama : Sulaiman Umur : 35 Tahun Desa : Meunasah Hasan Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologis Penembakan : Korban ditembak oleh anggota GPK hingga tewas pada Tahun 1990.

Sebab penembakan : Tidak jelas

Keluarga korban : Nama Isteri : Tidak jelas Jumlah anak : 5 orang

39. Nama : Sarjani Ibrahim Umur : 24 Tahun Desa : Lueng Sa Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penjemputan/penembakan : Korban dijemput dirumahnya pada 24 hari puasa Tahun 1990 pada jam sore, setelah korban melalui Kepala Desa dibawa ke Pos Kopasus di Desa Lueng IV. Korban ditahan selama 3 (Tiga) malam di Pos Kopasus dengan menjalani berbagai penyiksaan yang menyebabkan pipi korban bengkak. Pada hari 27 puasa korban dieksekusi oleh aparat keamanan didepan khalayak ramai dilapangan bola kaki pada Jam. 10.00 Wib (pagi) setelah terlebih dahulu diberi pengarahan/kata-kata perpisahan. Korban dieksekusi dengan kondisi tangan diikat dan mata diikat dengan kain berwarna hitam.

Sebab dijemput/dtembak : Korban fitanh anggota GPK Saudara Ridwan

Keluarga Korban : Nama Isteri : Rusdiana Ibrahim (Pada waktu Sarjani dijemput isterinya sudah hamil 4 bulan) Jumlah anak : 1 orang

40. Nama : M. Yunus (Anggota GPK) Umur : 22 Tahun Desa : Lueng Sa Kecamatan : Simpang zulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penembakan : Korban tewas tertembak ketika melakukan kontak senjata dengan pihak ABRI pada Tahun 1990.

Sebab ditembak : Korban adalah anggota GPK yang aktif.

41. Nama : Ridwan Syarif (Anggota GPK Exs. Libya) Umur : 20 tahun Desa : Lueng Sa Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologis Penembakan : Korban tewas tertembak dalam sebuah kontak senjata dengan pihak aparat ABRI didesa Blang Bintah pada Tahun 1990.

Sebab ditembak : Korban adalah anggota/gembong GPK eks. Libya

42. Nama : Junaidi Daud Umur : 24 tahun Desa : Lueng Sa Kecamatan : Simpang Ulim Kabupaten : Aceh Timur

Kronologi Penjemputan : Junaidi Daud dijemput di tambak udang miliknya dan hingga saat ini belum kembali (hilang), pada waktu dijemput dipondoknya ditemukan ada buku cap singa dua (buklu pegangan anggota GPK) berda





Make your own free website on Tripod.com